Ramai pekerja Indonesia mahu kerja di luar negara

Semakin ramai pekerja di Indonesia berasa tidak selesa di tempat kerja mereka dan sedia untuk bekerja di luar negara jika ada tawaran kerja lebih baik ekoran tidak ada rangsangan kerja di tempat lama.

Kajian yang dijalankan oleh JobStreet.com Indonesia terhadap 4,600 responden mengenai kebahagiaan di tempat kerja dan kecenderungan untuk bekerja di luar negara mendapati sesuatu yang mengejutkan apabila 4,000 daripada responden memilih untuk bekerja di luar negara jika ada tawaran kerja.

Kajian tersebut yang dilakukan dalam tempoh dua bulan dari Februari sehingga Mac lalu mendapati, antara faktor yang men­yumbang kepada keadaan itu ialah kurangnya kepelbagaian dalam pekerjaan yang diberikan sehingga menimbulkan rasa bosan.

Menurut portal Tribunnews.com, sebanyak 2,500 pencari kerja yang menjawab kajian JobStreet.com Indonesia menyatakan mereka tidak bahagia dengan pekerjaan yang ada sekarang ekoran mereka tidak diberikan banyak pilihan.

“Syarikat tidak memikirkan tentang bentuk pekerjaan yang dapat mengembangkan kepakaran sehingga menyebabkan pekerja mudah berasa bosan,’’ demikian menurut kajian tersebut.

Kajian itu juga mendapati faktor-faktor lain seperti rakan sekerja yang mudah memberi kerjasama, kemudahan di tempat kerja, bonus dan faedah-faedah lain serta masa depan kerjaya dan lain-lain memberi kebahagiaan dan motivasi dalam pekerjaan.

Menurut kajian itu lagi, setiap pekerja berharap untuk mendapat pengalaman baharu ketika meme­gang sesuatu jawatan, tetapi hakikatnya mereka tidak mendapat peluang tersebut disebabkan oleh dasar dan kepentingan syarikat.

Sehubungan itu, sebanyak 2,100 pekerja yang terlibat dalam kajian tersebut dan sudah bekerja antara lima dan 15 tahun menyatakan bahawa kepelbagaian bentuk kerja menjadi faktor penting supaya mereka dapat memperkayakan diri dengan perkara-perkara baharu dalam pekerjaan.

Faedah kewangan yang lebih tinggi dengan bekerja di luar negara juga menjadi antara faktor penting menyebabkan para pekerja sedia untuk berhijrah dan mencari pekerjaan di luar negara.

Sebanyak 2,400 pekerja yang menjawab kajian tersebut tidak berfikir panjang untuk pindah bekerja di luar negara jika mendapat tawaran gaji yang lebih besar, manakala 1,200 lagi berpendapat, peluang untuk mengembangkan kerjaya menjadi faktor utama mereka berbuat demikian.

Selain itu, bentuk pekerjaan yang lebih memberangsangkan juga menjadi idaman 1,000 pekerja yang terlibat dalam kajian tersebut kerana berpendapat perkara tersebut menjadi satu bentuk motivasi untuk berasa lebih bahagia semasa bekerja.

Bagaimanapun, 600 orang dari responden masih memilih untuk bekerja di dalam negara walaupun terdapat tawaran kerja di luar negara yang lebih menarik. – UTUSAN

Pilah-Pilih Panggilan Kerja

Saat sedang mencari pekerjaan, sering kali Anda akan mencoba segala peluang yang tersedia dan mengirim lamaran ke berbagai perusahaan yang berbeda. Tapi kalau tiba-tiba peluang datang bersamaan dan Anda mendapat 2 panggilan untuk interview pekerjaan di hari serta waktu yang bersamaan, apa yang harus Anda lakukan?

Mendapat 2 panggilan untuk interview pekerjaan memang patut disyukuri. Tapi kalau jadwal kedua interview pekerjaan tersebut berada pada waktu yang sama, Anda tentu tak bisa berada di 2 tempat pada saat bersamaan. Beberapa pertimbangan berikut bisa membantu Anda memilih 1 dari 2 interview pekerjaan tersebut:

1. Cari tahu tentang perusahaan yang memanggil Anda
Cari tahu mengenai kebijakan perusahaan, soal budaya serta ritme kerja di perusahaan tersebut, reputasi perusahaan, dll. Hal ini memang tidak mudah, tapi bisa Setelah itu, datangi panggilan pekerjaan dari perusahaan yang lebih cocok dengan Anda.

2. Pertimbangkan lokasi kantor Anda
Kalau interview berjalan dengan lancar dan Anda berhasil diterima kerja di perusahaan tersebut, lokasi kantor Anda tentu penting, terutama karena Anda harus melakukan perjalanan pulang pergi ke kantor tersebut setiap hari. Lokasi kantor yang terlalu jauh bisa membuat biaya transportasi jadi melambung, memakan waktu perjalanan, dll.

3. Pertimbangkan kebutuhan, minat, serta impian Anda
Panggilan pekerjaan yang mana yang lebih sesuai dengan kebutuhan serta minat Anda? Pertimbangkan berbagai faktor seperti gaji, kemungkinan jenjang karier, jam kerja, dll.

4. Minta masukan dari keluarga
Setelah Anda mendapat informasi mengenai perusahaan serta pekerjaan yang ditawarkan kepada Anda, Anda bisa meminta pendapat dari keluarga dekat Anda. Misalnya, tawaran pekerjaan A berada di perusahaan yang lebih kredibel dibanding tawaran pekerjaan B, tapi lokasi kantor tawaran pekerjaan A lebih jauh dari tawaran pekerjaan B. Hal seperti gaji dan lokasi kantor tentu akan mempengaruhi kehidupan Anda, terutama bila Anda telah berkeluarga. Karena itu, masukan dari keluarga dekat juga harus jadi pertimbangan Anda.

Panggilan interview kerja memang bukan berarti Anda sudah pasti akan diterima bekerja di perusahaan tersebut. Tapi kalau Anda harus memilih di antara 2 interview pekerjaan yang berbeda, maka memilih pekerjaan yang lebih menarik bagi Anda adalah cara yang bisa Anda lakukan. Atau kalau memungkinkan, Anda bisa mengatur ulang jadwal, sehingga bisa mendatangi kedua interview tersebut.

Mendapat 2 panggilan interview pada saat yang bersamaan mungkin menimbulkan dilema ketika Anda harus memilih pekerjaan yang lebih baik daripada yang lain. Lihat saja sisi positifnya: lebih baik dilema karena 2 panggilan interview daripada tidak mendapat panggilan kerja sama sekali. Semoga berhasil memilih pekerjaan yang terbaik untuk Anda!

Survei: Pekerja di Indonesia tidak bahagia

urvei yang dilakukan situs pencari kerja JobStreet menunjukkan bahwa pekerja di indonesia tidak bahagia dengan posisinya saat ini. Mereka ingin hijrah ke luar negeri.

Survei tersebut diambil pada Februari hingga Maret 2016 terhadap 4.600 responden mengenai kebahagian di tempat bekerja dan preferensi bekerja di luar negeri.

“Hasil yang didapat cukup mencengangkan, 4.000 pencari kerja menyatakan siap hijrah dari tempat bekerja sekarang apabila ada tawaran untuk bekerja di luar negeri karena tidak menemukan tantangan di tempat bekerja,” tulis laporan survei itu.

Adakah faktor lainnya yang membuat mereka tidak bahagia sehingga rela untuk meninggalkan pekerjaannya di dalam negeri untuk merantau ke luar negeri?

Jawabannya adalah rekan kerja yang kooperatif, fasilitas tunjangan yang memadai, dan jenjang karier yang menjanjikan menjadi hal yang memberikan kebahagiaan serta motivasi dalam bekerja.

Sebanyak 2.500 pencari kerja yang menjawab survei JobStreet menyatakan ketidakbahagiaannya terhadap pekerjaannya karena kurangnya variasi pekerjaan yang diberikan.

Perusahaan tidak memikirkan tentang bentuk pekerjaan yang dapat mengembangkan keahlian, sehingga rasa bosan menyerang dengan mudah.

Bagi para pekerja, mendapatkan pengalaman baru menjadi ekspektasi pegawai saat memiliki posisi di suatu perusahaan. Akan tetapi, realitanya mereka tidak mendapatkan kesempatan yang cukup karena keberadaan kepentingan perusahaan.

Lalu, sebanyak 2.100 pencari kerja yang sudah bekerja di perusahaan antara 5–15 tahun mengatakan bahwa variasi bentuk pekerjaan menjadi faktor penting agar bisa selalu memperkaya diri dengan hal-hal baru.

Faktor lainnya adalah tunjangan finansial. Menurut responden, tunjangan finansial yang lebih tinggi di luar negeri membuat mereka tertarik untuk hijrah. Mereka siap mencoba peruntungan ke luar negeri.

Hal ini diperkuat dengan data survei yang menyatakan sebanyak 2.400 pencari kerja tidak segan untuk pindah ke luar negeri karena mendapat tawaran gaji yang lebih besar.

Akan tetapi gaji bukan alasannya utama, tapi menurut 1.200 responden karena adanya kesempatan untuk mengembangkan karier dengan lebih pesat.

Sementara itu 1.000 responden mengatakan faktor pekerjaan yang lebih menantang juga sangat memengaruhi kepuasan dan kebahagiaan mereka dalam bekerja.

Namun tak semua responden tergiur dengan tawaran bekerja di luar negeri, sebanyak 600 responden menyatakan tetap ingin bekerja di dalam negeri. Alasannya karena masih banyak hal yang harus dipelajari di tempat bekerja saat ini.

Sisanya, mereka masih terikat kontrak sehingga pilihan untuk berpindah kerja tidaklah memungkinkan. Lainnya sudah merasa nyaman bekerja di perusahaannya saat ini.

5 Startup Yang Paling Dilirik Pencari Kerja Indonesia

Go-Jek, Tokopedia, BukaLapak dan beberapa lainnya menjadi nama-nama yang mewakilkan industri startup digital Indonesia di telinga masyarakat awam tentang bagaimana perusahaan (startup) beroperasi. Platform komunitas dunia kerja Jobplanet Indonesia memaparkan bahwa dewasa ini perusahaan startup memiliki daya pikat tersendiri untuk masyarakat. Tokopedia, Traveloka, Blibli, Go-Jek, BukaLapak, menjadi lima terpopuler di antara puluhan startup yang terdaftar dalam platform Jobplanet.

Hasil riset Jobplanet didasari oleh data mengenai jumlah pageviews atau kunjungan ke laman-laman berisi profil dan review berbagai startup di website Jobplanet selama bulan Januari 2016. Hingga akhir Januari 2016, sebanyak 51 startup digital telah terdaftar di website Jobplanet, dengan total kunjungan ke laman seluruh startup tersebut mencapai sekitar 45.000 pageviews.

“Dari seluruh kunjungan tersebut, sebanyak lebih dari 85% ditujukan ke laman-laman berisi profil dan review milik sepuluh startup di atas saja. Hal ini menunjukkan bahwa pengguna Jobplanet, yang juga merupakan pencari kerja, merasa penasaran dan ingin mengetahui seluk-beluk bekerja di startup-startup tersebut,” ujar Chief Product Officer Jobplanet Indonesia Kemas Antonius, berdasarkan siaran resminya hari ini (22/2).

Dari data tersebut, terangkum bahwa Tokopedia mendominasi 31,73% pencarian di Jobplanet. Disusul oleh BukaLapak (13,54%), Go-Jek (10,54%), Blibli (7,30%), dan Lazada (6,68%). Tak hanya berhasil memikat, namun startup juga bisa memuaskan dalam benefit yang ditawarkan seperti faktor gaji dan tunjangan, jenjang karir, work-life balance, budaya perusahaan, dan manajemen.

Dari grafik di bawah ini, cukup terlihat bahwa Tokopedia, Blibli, dan Traveloka, memiliki tawaran yang cenderung lebih menggiurkan. Asumsi bahwa bekerja di startup tidak lebih bersahaja daripada bekerja di perusahaan mapan jelas tidak sepenuhnya benar, gaji dan tunjangan yang (lumayan) besar dan kultur kerja yang dinamis cenderung lebih berat (namun menantang), menjadi ranah lain yang memicu rasa penasaran para pencari kerja.

 

Pencari Kerja Indonesia Tak Bahagia Kerja Di Dalam Negeri

Sebuah survei yang dilakukan portal pasar kerja online menunjukkan, bahwa mayoritas pencari kerja di Indonesia tidak happy dengan pekerjaan di dalam negeri.

Riset dilakukan JobStreet.com Indonesia selama periode Februari ke Maret 2016, dengan responden mencapai 4.600 pencari kerja. Riset itu dilakukan untuk mengetahui tentang kebahagiaan di tempat bekerja dan preferensi bekerja di luar negeri.

“Hasil yang didapat cukup mencenangkan, 4.000 pencari kerja menyatakan siap hijrah dari tempat bekerja sekarang apabila ada tawaran untuk bekerja di luar negeri karena tidak menemukan tantangan di tempat bekerja,” kata JobStreet.com dalam rilis yang Bisnis terima Jumat (8/4/2016).

Ada beberapa faktor yang membuat para pencari kerja ini tidak bahagia, sehingga rela untuk meninggalkan pekerjaannya untuk merantau ke luar negeri.

Faktor Kebahagiaan

Menurut JobStreet.com, merasa bahagia di tempat bekerja menjadi salah satu penunjang utama bagi pegawai untuk menghasilkan kinerja yang cemerlang.

Hal-hal seperti rekan kerja yang kooperatif, fasilitas tunjangan yang memadai dan jenjang karier yang menjanjikan menjadi hal yang memberikan kebahagiaan serta motivasi dalam bekerja.

Sebanyak 2.500 pencari kerja yang menjawab survei menyatakan ketidakbahagiaannya terhadap pekerjaannya. Faktor utama yang mengakibatkan hal ini terjadi ialah kurangnya variasi pekerjaan yang diberikan.

Perusahaan tidak memikirkan tentang bentuk pekerjaan yang dapat mengembangkan keahlian, sehingga rasa bosan terbentuk dengan mudah. Mendapatkan pengalaman baru menjadi ekspetasi pegawai saat memiliki posisi di suatu perusahaan.

Akan tetapi, realita yang terjadi ialah mereka tidak mendapatkan kesempatan yang cukup karena keberadaan kepentingan perusahaan. Lalu, sebanyak 2.100 pencari kerja dalam survei ini yang sudah bekerja di perusahaan antara 5 – 15 tahun mengatakan bahwa variasi bentuk pekerjaan menjadi faktor penting agar bisa selalu memperkaya diri dengan hal-hal baru.

Waspadai Iklan Tawaran Lowongan Kerja ke Kanada

Sidoarjo, BNP2TKI, Selasa (07/07) – Masyarakat hendaknya mewaspadai adanya iklan mengenai tawaran lowongan kerja ke Kanada. Pasalnya, Kanada dan negara-negara di kawasan Eropa Barat lainnya saat ini memberlakukan aturan yang sangat ketat untuk tenaga kerja asing (TKA), termasuk juga untuk tenaga kerja Indonesia (TKI).

Demikian Direktur Pemetaan dan Harmonisasi Kawasan Tenaga Kerja Luar Negeri (PHK-TKLN) II BNP2TKI, Elia Rosalia Afif, didalam keterangannya melalui WhatsApp (WA) kepada www.bnp2tki.go.id. Elin –  sapaan akrab Elia Rosalia Afif, red. – mengimbau kepada masyarakat agar hendaknya mewaspadai adanya tawaran lowongan kerja ke Kanada melalui iklan media cetak maupun online.

Elin menyatakan, himbauannya ini sekaligus menjawab beberapa warga Sidoarjo yang bertanya ke Kantor Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindungan (P4TKI) Sidoarjo mengenai lowongan kerja di Kanada. Tepatnya, di Harian Surya edisi hari Jumat (19/06) terdapat iklan mengenai tawaran kerja ke Kanada. Untuk menarik peminat, si pemasang iklan mencantumkan nomor HP 085777781341.

Ketika ditanya melalui Short Message Service (SMS) mengenai berminat kerja ke Kanada, si pemasang iklan kemudian membalas demikian, “Kami dari AQSA JUSTITIA MANDIRI, perusahaan pendanaan Buruh Migran Indonesia (BMI) Job Kanada industri (packaging). Syarat L/P 20 – 42 tahun, minimal SLTA sederajat, diizinkan keluarga.”

Lalu pemasang iklan menyebutkan pula mengenai fasilitas yang disediakan di antaranya makan 3 kali sehari, mess (penginapan), asuransi kesehatan/jiwa, gaji $ 18,33/jam, kerja sehari 8 jam, 30 hari/bulan. Biaya 89 juta atau bisa potong gaji 24 juta/bulan x 4. Adapun yang ditanggung peserta (calonTKI) adalah medical check up dan paspor.

Elin meminta kepada masyarakat agar mewaspadai terhadap adanya iklan tawaran lowongan kerja ke Kanada. Sebab belum tentu benar atau malah salah. “Karena saat ini Kanada dan negara-negara di kawasan Eropa Barat memberlakukan aturan yang sangat ketat untuk tenaga kerja asing (TKA), termasuk pula bagi TKI,” sebut Elin.

Ditambahkan Elin, Pemerintah Indonesia dari semua lini hingga Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) sudah mencoba menembus peraturan di Kanada dan negara-negara kawasan Eropa Barat yang ketat itu, dalam rangka supaya TKI kita bisa masuk bekerja di sana. Tetapi ternyata belum berhasil. Pemerintah Kanada (juga negara-negara kawasan Eropa Barat) membuat syarat-syarat keimigrasian dan visa kerja yang sangat ketat, hal itu dimaksudkan dalam rangka memproteksi dari serbuan tenaga kerja asing yang low skill.

“Karena ketatnya peraturan untuk bisa masuk kerja ke Kanada itu, kiranya tidaklah mungkin masyarakat awam kita dapat menembusnya. Pemerintah Indonesia hingga saat ini belum berhasil menembus aturan itu, apalagi masyarakat awam,” kata Elin.

Sebab itulah, Elin mengimbau kepada warga masyarakat utamanya calon TKI/TKI agar mewaspadai terhadap tawaran lowongan kerja ke Kanada.

Infografis: Kesenjangan Gaji Pekerja Pria dan Wanita di Indonesia

Seabad lalu RA Kartini berharap emansipasi dan kesetaraan bagi perempuan Indonesia. Kini sebagian harapan Kartini terkabul dengan terbukanya kesempatan bagi para perempuan untuk menjadi apa saja yang mereka inginkan.

Namun, masih ada jurang perbedaan antara laki-laki dan perempuan di tempat kerja. Hal yang nampak kali ini adalah adanya kesenjangan gaji antara pegawai pria dan wanita.  Bukan rahasia lagi bahwa beberapa industri memang dikotakkan sebagai “pekerjaan kaum pria” dan “pekerjaan kaum wanita”. Menurut data BPS tahun 2013, jumlah tenaga kerja Indonesia mencapai 112 juta orang, dengan 43 juta adalah perempuan.

Qerja menghitung ketimpangan gaji antara perempuan dan laki-laki di Indonesia adalah 12,36 persen. Artinya, pekerja perempuan digaji hanya 87,64 persen dari rekan kerja laki-laki.

Menggunakan 300.000 sampel data gaji staff dari tahun 2014-2016 di berbagai industri di Indonesia, kami menghitung perbedaan rata-rata kedua gender dari masing-masing industri menggunakan tingkat kepercayaan di atas 90 persen.

Penghitungan ini menghasilkan beberapa temuan yang cukup menarik. Misalnya, di industri Utilities dan Energy, jurang perbedaan gaji ini menganga lebar hingga mencapai lebih dari 50%. Di industri fashion malah muncul temuan sebaliknya: pegawai wanita umumnya memperoleh gaji lebih besar dari pegawai pria.

Tak hanya di Indonesia, bahkan di Amerika Serikat hal itu juga terjadi. Menurut data 2014, perempuan pekerja di Negeri Paman Sam digaji hanya 79 persen dari gaji rekan kerjanya yang laki-laki.

Untuk informasi lebih lengkap mengenai perbedaan gaji wanita dan pria di Indonesia, simak infografik di bawah ini.

Bagaimana Rasanya Bekerja di Dirjen Pajak? Simak Kata Karyawannya

Dinaungi Kementerian Keuangan Indonesia, institusi ini berfungsi mengamankan kondisi keuangan negara. Tanggung jawab sebesar itu tentu bukan sembarang individu bisa dipercayakan untuk mengembannya. Karena itu, tidak heran jika proses penyaringan sumber daya manusia di badan yang satu ini terkenal cukup sulit dan konon, jika berhasil masuk, pegawainya bisa tenang dan sejahtera dengan status pegawai negri yang stabil dan gaji yang memadai. Benarkah?

Bagaimana rasanya bekerja di Direktorat Jenderal Pajak? Simak pengakuan dari para pegawainya sendiri.

1. Gaji tinggi

Bagi para pegawainya, berkarier di Dirjen Pajak bisa dibilang dapat menjamin hidup dengan take home pay di atas rata-rata, ditambah dengan bonus, tunjangan pensiun, BPJS, plus fasilitas lainnya. Kenaikan gaji dan pemberian bonus juga sudah diatur untuk setiap peningkatan tingkatan dan tanggung jawab. Walau begitu, ada juga beberapa staf yang mengeluhkan bahwa gaji yang diperoleh tidak setara dengan beban kerja, terutama bagi yang jauh dari homebase.

“Fasilitas kesehatan, rumah, tranportasi sangat memuaskan ditambah remunerasi yang sangat besar.” – Pemeriksa Pajak Pelaksana
“Karir jelas, tekanan kerja tidak terlalu tinggi jika dibandingkan perusahaan swasta/BUMN, dan bayaran sebagai fresh entry lebih tinggi dibanding rata-rata PNS di tempat lain dan sebagian BUMN/swasta.” – Staff
“Jatuh tempo laporan pemeriksaan terlalu singkat, punishment berat. gaji terlalu kecil, apalagi untuk pegawai yang bekerja diluar homebasenya, tanpa tunjangan konjungtur.” – Account Representative
2. Lingkungan kerja nyaman

Bekerja di badan pemerintahan yang bertanggung jawab meregulasi dan memonitor pendapatan negara tentu bukan hal yang mudah. Untungnya, menurut kebanyakan pegawai, lingkungan kerjanya cukup menyenangkan dengan rasa kekeluargaan yang kental. Adanya kesempatan dinas di luar juga membantu meringankan tekanan pekerjaan yang kadang terasa monoton.

“Pekerjaan yang menyenangkan karena sering adanya dinas luar, sistem kekeluargaan antar karyawan yang terjalin sehingga memperlancar proses kerja dan membuat suasana dikantor menjadi nyaman.” – Staff Pelaksana
“Life balancing, khususnya untuk working mother. Adanya dinas luar dan dalam kantor sehingga tidak jenuh. Penuh kekeluargaan.” – Account Representative

3. Peluang pengembangan diri

Adanya kesempatan memperoleh beasiswa dan promosi, sekaligus pengalaman belajar mengenai kebijakan pemerintah dan juga kedisiplinan yang tinggi saat bekerja. Bagi Anda profesional muda yang ingin melangkah jauh di sektor perpajakan atau pemerintahan, karier di Dirjen Pajak bisa menjadi opsi yang menarik.

“Pengembangan kompetensi pegawai sangat baik, banyak beasiswa untuk melanjutkan pendidikan yang ditawarkan.” – Pelaksana
“Lingkungan kerja dipenuhi dengan generasi muda. Kesempatan untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan sangat terbuka.” – Pelaksana
4. Masalah mutasi

Anda yang ingin berkarier di Dirjen Pajak harus siap sedia ditempatkan di berbagai daerah di seluruh Indonesia dalam waktu singkat. Bagi beberapa individu, hal ini mungkin bukan poin negatif, tapi bagi Anda yang telah berkeluarga, aspek mutasi ini mungkin menjadi keluhan tersendiri.

“Harus bersedia ditempatkan di mana saja di seluruh Indonesia. Permohonan mutasi atas permintaan sendiri sangat sulit. Banyak pasangan suami harus LDR untuk waktu yang lama.” – Junior Tax Auditor
“Pola mutasi harus lebih jelas dan tidak memberatkan pegawai.” – Staff

5. Prestise

Para pegawai Dirjen Pajak telah disaring melalui proses tes dan interview yang panjang dan rumit, sehingga bisa dibilang sumber daya manusia di badan pemerintahan ini adalah sejumlah talenta yang terbaik di seluruh Indonesia. Jika Anda berhasil masuk, tentu merupakan kebanggaan tersendiri karena Anda telah dipercaya untuk melayani masyarakat dan negara.

“Pekerjaan yang menyenangkan, melayani dengan sepenuh hati para wajib pajak dan mengemban fungsi amanah dalam pengamanan APBN untuk pembangunan negeri.” – Staff Pelaksana
“Kebanggaan yang tinggi bisa bekerja disini dengan orang-orang yang memiliki integritas tinggi dan kredibilitas.” – Kepala Seksi

10 Alasan Pegawai Betah Bekerja

Banyak petinggi perusahaan dan pihak manajemen yang sering mengeluhkan kebiasaan staf muda yang gemar berpindah-pindah tempat kerja. Banyak yang menduga praktik ini dilakukan karena si staf tidak cukup loyal dan hanya mengejar gaji lebih tinggi atau posisi lebih prestisius.

Para kutu loncat ini memang lazim ditemui, tapi membangun perusahaan dan budaya kerja yang menginspirasi loyalitas bukan mustahil. Jika saja Anda tahu apa yang membuat sebuah perusahaan menarik di mata pegawainya.

Tentu saja yang pertama dan utama adalah faktor gaji. Tapi ternyata gaji besar saja tidak menjamin si pegawai akan betah dan bertahan di satu perusahaan. Loyalitas sama sekali tidak bisa dijamin dengan nominal di slip gaji saja, tapi dibutuhkan gabungan dari banyak faktor, dari rasa kekeluargaan antar anggota hingga bos yang toleran.

Untuk mencari tahu lebih banyak lagi penyebab untuk inspirasi solusi dari turnover pegawai, simak infografik di bawah ini.

6 Hal Untuk Dipertimbangkan Sebelum Menerima Tawaran Kerja di Luar Kota

Setelah menjalani serangkaian wawancara dan tes, akhirnya Anda ditawari pekerjaan… tapi di cabang perusahaan di luar kota. Apa saja hal-hal yang Anda perlu Anda pertimbangkan sebelum menerima tawaran yang mengharuskan Anda untuk pindah?

1. Apakah Perusahaan Akan Membiayai Transisi Anda?
Pastikan tawaran penempatan di luar kota ini disertai dengan kompensasi yang memadai, baik dari segi gaji maupun benefit lainnya seperti asuransi jiwa dan kesehatan. Cari tahu juga kebijakan perusahaan mengenai kelebihan tambahan untuk pegawai yang bersedia ditempatkan di luar kota, semisal penyediaan tempat tinggal, tiket pulang, dan transportasi.

2. Bagaimana dengan Keluarga Anda?
Diskusikan hal ini dengan anggota keluarga, terlebih jika Anda telah berkeluarga. Perpindahan Anda bukan hanya berarti sebuah langkah besar untuk karier Anda, tapi juga untuk hidup Anda dan orang-orang terdekat. Jika Anda punya koneksi, teman, atau anggota keluarga di kota tujuan, ini saat yang baik untuk mengabari mereka. Siapa tahu mereka dapat membantu meringankan kerepotan perpindahan ini.

3. Bagaimana Kehidupan Baru di Sana?
Lakukan riset terlebih dulu mengenai kota yang dituju, seputar biaya hidup sehari-hari, lingkungan tempat tinggal, hingga budaya masyarakat setempat. Jika Anda membawa serta seluruh keluarga Anda, di mana mereka akan tinggal, bersekolah, dan bekerja di kota baru tersebut.

4. Bagaimana Dengan Masa Depan Anda di Perusahaan Ini?
Cari tahu jangka waktu relokasi Anda: apakah ada kemungkinan penempatan ini bersifat hanya bersifat sementara dan jika Anda memutuskan untuk pindah, apakah semua ‘ketidaknyamanan’ ini sepadan dengan kesempatan yang akan Anda peroleh jika dipertimbangkan dari segi perjalanan karier Anda?

5. Bagaimana Dengan Kondisi dan Masa Depan Perusahaan Ini?
Selayaknya tawaran kerja lain, Anda tetap perlu memastikan bahwa perusahaan tersebut cukup besar dan kokoh untuk menjamin stabilitas posisi Anda dalam jangka panjang. Jangan sampai selang beberapa saat setelah memindahkan seluruh kehidupan Anda ke tempat baru, Anda malah jadi pengangguran di sana.

6. Apakah Anda Sendiri Siap?
Perubahan hidup yang besar dan tergolong tiba-tiba ini mungkin akan membuat Anda gugup karena harus meninggalkan semua hal familiar di kota lama Anda. Apakah Anda sudah siap mental dan sanggupkah Anda cepat beradaptasi?

Semoga beruntung!